Pages

image

Ahlan Wa Sahlan

Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.(Yusuf, 12:108)"

Details

Wednesday, July 28, 2010

RAMADAHAN KIAN TIBA


"Mai, berapa lama lagi nak puasa?" tanya Ali(bukan nama sebenar).
"tak lama dah, li." jawab Mai bersunguh-sunguh. 

"kenapa ali? Tertanya-tanya difikiran..." bukannya apa, " Aku dah tak sabar nak berpuasa ni dan berbuka kat masjid ni dapat save duit.." sambungnya lagi.(pada bulan puasa selalunya banyak masjid dan surau yang menyediakan iftar secara percuma
"Bagus-bagus, jarang aku dengar orang yang besemangat untuk bulan ramadahan ni.." selalunya orang mengeluh ada lah” sambung Mai lagi.
"Mai.. Aku tengok kan. Ramai yang sibuk berpuasa pada bulan ni.”keliru.

“yelah..jawab Mai.” “ni kan bulan Syaaban dan bulan syaaban ni digalakkan kita untuk berpuasa sebagai persiapan kita untuk menghadapi ramadhan nanti.” Jelas M
ai.
“oo..”panjang o..nya. “So, aku tidak boleh lepaskan peluang ni..” bersemangat.”jom puasa esok Mai?”
“InsyAllah, jom..”jawab Mai.

Allah berfirman: Wahai orang yang beriman, difardukan ke atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan ke atas golongan sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertakwa. (al-Baqarah; 183)
Di bulan Ramadhan penuh dengan barakah yang harus digunakan dengan sebaik mungkin sebagai madrasah untuk kita untuk menghadapi  11 bulan kehadapan.  Dalam masa sebulan kita dapat menjaga keimanan kita dan juga dapat memberi kekuatan kepada kita dalam masa yang sama kita dapat menyucikan ruhani kita daripada karat-karat jahiliyah.

Ramadhan, seharusnya bukan saja bulan untuk menahan lapar dan dahaga dan melakukan ritual biasa seperti puasa dan terawih semata-mata. Bulan Ramadhan ialah bulan penuh kemuliaan, bulan di mana pintu2 syurga dibuka, pintu2 neraka ditutup, al-Quran diturunkan, rahmat yang banyak dan syaitan dibelenggu. Malah di dalamnya terdapat satu malam yang mana lebih baik dari 1000 bulan.
Disini ada beberapa tips persiapan(I’dad) di bulan ramadhan;


Pertama, I’dad Ruhi Imani, yakni persiapan ruh keimanan
Persiapan iman sememangnya amat diperlukan untuk menghadapi bulan Ramadhan. Selalunya Orang–orang yang soleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Biasanya mereka berdoa :
“Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan.”
Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kezaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya’ban adalah masa pemanasan (warming up), sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu bak sudah terbiasa.

Kedua, adalah I’dad Jasadi, yakni persiapan fizikal

Keperluan fizikal untuk memasuki bulan ini menjadi satu keutamaan dari kebiasaanya. Pada masa ini perut harus dikawal dan selalu mengawal nafsu. Sebabnya, apabila kita lemah bagaimana hendak kita lalui bulan Ramadahan dengan sebaik mungkin . Maka, sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur’an, biasa bangun malam (qiyamul-lail), dan meningkatkan aktiviti kemasyarakatan.

Ketiga, adalah I’dad Maliyah, yakni persiapan harta
Persiapan harta dalam menghadapi ramadhan adalah amat digalakkan. Jangan salah faham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Memersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa. 

Keempat, adalah I’dad Fikri wa ‘Ilmi, yakni persiapan intelektual dan keilmuan
                                                             
Untuk menigkatkan ibadah pada bulan Ramadhan, seharusnya kita mengetahui perkara yang jelas tentang bulan ini dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, selama Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan perbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, juga penting untuk dipersiapkan.



Semoga persiapan kita pada bulan Ramadhan ini dapat kita jadikan ibadah puasa dan berbagai ibadah lainnya, sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui.
Walahualam..
pelangigarden


5 comments:

harto said...

terselip khilaf dalam canda
tergores luka dalam tawa
terbelit pilu dalam tingkah
tersinggung rasa dalam bicara
rangkaian kata menyibak silap
pada gerak langkah yang menyakiti
perbuatan yang menyebalkan
kata-kata kasar yang menyayat hati
semoga kita tetap dalam satu jembatan di bulan suci Ramadhan nanti
satu doa dan satu tujuan dalam mendapatkan ridho dan maghfirah Allah SWT... amiiien...
SELAMAT DATANG BULAN RAMADHAN, KAMI MERINDUKANMU

5myze said...

mudah-mudahan

ibnu ghazali said...

huh, pandai betul harto bersajak.

5myze, ape lagi..balaslah sajak tu~

Hisyam Muhibah said...

tulisan yang bagus.. ini kita namakan pecutan terakhir menuju Ramadan. seperti pelari 100 meter yang akan menguatkan lariannya apabila menghampiri garisan penamat.. begitu juga menjelang Ramadan, maka segala persediaan perlu dilipat gandakan..

Ietams said...

tq share renungan ni..
bagus utk mengingati ramadhan yg bakal menjelma

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...